New York - Gubernur negara bagian New York, Andrew Cuomo
mengatakan hari Jumat (26/6) bahwa napi yang dipenjara karena kasus pembunuhan,
Richard Matt, telah ditembak mati oleh polisi setelah seorang warga mengeluh
karena mendengar suara tembakan di sebuah gerobak kemah di Malone, New York. Ia
mengatakan polisi perbatasan datang dengan helikopter ke daerah itu dan mencium
bau mesiu di dekatnya.
Cuomo
mengatakan pihak berwenang belum mengetahui secara pasti keberadaan seorang
napi lainnya yang turut melarikan diri. Tidak diketahui apakah napi David Sweat
bersama Richard Matt pada waktu penembakan terjadi.
Matt,
bersama Sweat, kabur dari Lembaga Pemasyarakatan kota Clinton di negara bagian
New York, dekat perbatasan Kanada tiga minggu lalu, yang kemudian menyulut
upaya pencarian besar-besaran.
Lebih
dari 1.000 polisi Amerika telah ditugaskan untuk menemukan kedua napi yang lari
itu.
Matt
dan Sweat lolos dengan membobol sel mereka dengan menggunakan peralatan yang
diselundupkan dalam daging hamburger yang beku, di penjara yang mempunyai
pengamanan maksimum.
Dua
karyawan penjara telah ditangkap sehubungan dengan pelarian itu. Gene Palmer
dan Joyce Mitchell dituduh membantu menyelundupkan perkakas, termasuk mata
gergaji besi dan mata bor kepada kedua napi itu.
Matt,
49 tahun, sedang menjalani hukuman 25 tahun hingga seumur hidup atas penculikan
tahun 1997 dan memotong bagian tubuh mantan Bos-nya.
Sweat,
35 tahun, sedang menjalani hukuman seumur hidup tanpa pengurangan hukuman atas
pembunuhan seorang polisi di negara bagian New York tahun 2002.
Negara
bagian New York telah menawarkan hadiah $ 100.000 atas informasi mengenai kedua
pelarian itu atau separuh jumlah itu atas informasi mengenai salah seorang dari
mereka.








